Republic F-105D Thunderchief Military Jet -->

Mainan Militer

Mainan Militer

Thursday, 18 September 2014

Mengenal Panser Jerman TPz Fuchs

Indonesia punya panser Anoa. Amerika Serikat punya Stryker. Jerman punya Tpz Fuchs. Namanya unik ya. Mari kita lihat spesifikasinya.

Tahun 1960-an lalu negara bekas Jerman Barat menetapkan sebuah kendaraan untuk berbagai tugas dan peran untuk peranan beberapa tahun ke depan. Maka tahun 2010 tercipta sebuah desain yang bagus.

Sementara perusahaan Jerman MAN memenangkan kontrak membangun kendaraan 4x4 dan truk, di pihak lain Rheinmetall diserahkan kontrak membangun kendaraan taktis 6x6 untuk berbagai peran di medan perang.

Struktur standar kendaraan panser ini terdiri dari 3 bagian. Bagian depan adalah untuk pengemudi di sebelah kiri, dan komandan di sebelah kanan. Bagian tengah untuk kompartemen mesin, tepat di belakang pengemudi, dan terdapat koridor sepanjang bagian kanan yang menghubungkan bagian depan dan belakang.


Beraneka fungsi dalam satu kendaraan, itulah TPz Fuchs

Spesifikasi TPz Fuchs:
Armoured Personnel Carrier, ambulan, pembawa mortir, pembawa tim anti tank dengan sistem misil anti tank, terdapat juga bagian suplai logistik untuk amunisi dan ransum pasukan.
Berbagai fungsi khusus juga ada pada panser ini
Fungsi khusus lainnya:
Pembawa radar, menu perintah dan komunikasi dengan berbagai perlengkapan komunikasi didalamnya, radar pemantau deteksi dini nuklir, biologi dan bahan kimia serta peringatan dini terhadap serangan nubika, mampu membawa teknisi termasuk amunisi peledak, serta memiliki kemampuan perang elektronik.

Kendaraan ini bermesin Mercedes Benz, berlapis baja dan memiliki sistem filtrasi nubika dengan sistem supresi panas pada kompartemen mesin.
Komandan dan pengemudi memiliki periskop tembus pandang di malama hari (night vision periscope). Jendelanya anti peluru dan memiliki penutup.

Varian Fuchs 1A8
Negara pengguna TPz Fuchs ini antara lain Jerman sendiri, Inggris, Amerika Serikat dan Israel.

Kendaraan taktis ini cukup dahsyat dan sudah terbukti di medan tempur seperti Irak dan Afghanistan.

Miniaturnya juga telah dibuat dan diedarkan secara luas oleh produsen mainan terkenal dari Jerman, SIKU

Miniatur Panser TPz Fuchs Panjang Sekitar 8 cm

Semoga bermanfaat...

Sumber: terjemahan bebas dari www.tanknutdave.com

Saturday, 10 May 2014

Kode Sandi Komunikasi Tentara/Polisi

Sandi Militer/Kepolisian dalam sebuah penyerangan atau penyergapan

Dalam sebuah penyerangan atau penyergapan komunikasi antara personil sangatlah penting. Dengan sandi tertentu komunikasi visual dapat dilakukan tanpa mengeluarkan suara. 
Seperti gambar diatas, sandi tentara ini berlaku di negara tertentu, kemungkinan Amerika Serikat, sebagai kiblat kemiliteran/kepolisian dunia.
Berikut arti sandi tersebut:
"This is my stop" : Aku berhenti disini
"Shut up a second" : Tunggu sebentar
"My battery Died" : Peluru habis
"Jesus Christ They're Shooting at Us" : Waduh kita ditembaki
"Be quiet for once in your Goddamed lives. Already" : Harap jangan bersuara
"I need more ammo" : Berikan amunisimu
"Male" : Seorang laki-laki
"Unwashed" : Bau
"Teenager" : Masih remaja
Jika ada terjemahan yang lebih baik, silakan ditambahkan, terimakasih. 



Saturday, 5 April 2014

Bermain-main dengan Tank Leopard

Main Battle Tank Leopard yang Gagah Perkasa
Tank Leopard...
Siapa yang tak kenal dengan tank yang satu ini. 
Namun, tahukah Anda, ada 2 kontroversi tentang pembelian Tank Leopard TNI AD ini?

Pertama, ketika TNI AD pada mulanya hendak membeli dari Belanda, tetapi ditolak anggota DPR, alasannya? penjualan oleh Belanda dikaitkan dengan HAM di Indonesia. Ada syarat tertentu yang harus diikuti, alias didikte negara bekas penjajah Indonesia itu. 

Kedua, Mantan Presiden B.J Habibie menilai bahwa tank Leopard itu cocoknya di medan gurun pasir. Alasannya Indonesia adalah negara tropis maritim dan penuh hutan serta lembah-lembah, sehingga tidak cocok digunakan disini. Lalu alasan pak Habibie adalah, mode perang sekarang sudah berubah, tidak lagi dengan persenjataan berat seperti Tank Leopard, makanya negara barat mulai menjualnya sebelum jadi besi rongsokan, dengan lain kata, kita telah membeli besi bekas dari Jerman. Tentu saja, TNI AD, telah membantahnya dan menyatakan ada 20 negara maju yang telah menggunakan Tank Leopard di seluruh dunia.

Terlepas dari dua kontroversi itu, dan kontroversi lainnya yang mungkin akan menyertai penggunaan Tank Leopard oleh TNI AD, kita sebagai rakyat dan pengamat militer (ceritanya) lebih baik bermain-main saja dengan Tank Leopard REMOTE CONTROL :) :) :)

RC Tank Leopard ini adalah buatan Hobby Engine Hongkong, besar sekali fisiknya...


RC Tank Leopard 2A5/6 keluaran Hobby Engine Hongkong
Spesifikasi: 
Skala : 1/16
Panjang : 60 cm
Lebar:  24.5 cm
Tinggi : 22 cm

RC ini dilengkapi dengan baterai (sudah termasuk) dan perangkat infrared dan stiknya. 

- Full Function
- Termasuk peluru dan target karton
- Peluru bisa sampai 1 meter dengan akurasi yang bagus
- Bisa menembak sambil berjalan atau diam
- Suara realistis dan efek cahaya
- Kendali : 30 Meter
- Kanon bisa naik turun dengan suara senapan mesin
- Turret bisa berputar ke kanan dan ke kiri
- Badan tank bisa berputar 350 derajat dengan bebas
- Sesuai asli
- Bisa menanjak dengan kemiringan 35 derajat dengan bebas
- Frekuensi: 26.995/27.095MHz
- Suspensi terpisah
- Termasuk Baterai (7.2V 800mAh Ni-mh Battery)
- Termasuk Charger (Output 9V = 200mA

Mantap kan dengan specs segitu? 

Bagaimana cara mainnya? 

Lihat link youtube ini gan, buat referensi....

Tank Leopard 2A5/6 Punya TS...

RC Leopard 2A5/6 Punya Orang Luar in Action!!!!

Tuesday, 4 March 2014

Hobi Koleksi Mainan Miniatur Militer

Firman Ardiansyah, Kolektor Mainan Militer
Koleksi mainan miniatur militernya ada yang berharga hingga jutaan rupiah, serta menjadi buruan kolektor lain. 

Mengisi kesibukan di sela-sela rutinitas harian mempunyai banyak ragam dan cara, mulai dari berolahraga hingga menekuni hingga menekuni hobi tertentu. Semua ini dilakukan agar kita bisa sejenak melepas penat serta menikmati hidup.

Salah satu yang paling sering dilakukan adalah dengan melakukan berbagai hobi atau kegemaran. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari membuat benda tertentu ataupun mengumpulkannya. Seperti yang dilakukan oleh Firman Ardiansyah, seorang pehobi mainan miniatur militer, yang hingga kini telah mempunyai ratusan benda koleksi.

Kegiatan mengumpulkan mainan tersebut dia lakukan sejaktahun 2008, dengan mengumpulkan berbagai miniatur tentara yang kemudian semakin berkembang hingga mencakup berbagai miniatur peralatan militer. Menurutnya sebagian besar mainannya tersebut diperoleh dengan jalan membeli, baikdari luar negeri maupun dalam negeri. Harganya juga cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Semua tergantung tipe, model, serta produsen yang membuatnya. "Kalau harga setiap mainan bermacam-macam, jadi beberapa di antaranya memang bisa mencapai jutaan rupiah," tambahnya.

Dalam memilih sebuah mainan yang akan dibeli biasanya Firman melihat dari beberapa sisi,terutama dari segi kualitas serta keaslian barang. Hal ini perlu dilakukan karena dia sering melihat mainan yang kurang berkualitas, namun dijual dengan harga tinggi. Untuk itu diperlukan kejelian tersendiri.

Hal ini sendiri cukup beralasan, karena kini banyak mainan miniatur bisa dijadikan sebuah benda investasi.Tentunya dengan syarat barang itu masih orisinal serta mempunyai kualitas yang bagus. Bahkan kini dia telah menjalankan bisnisnya tersebut secara kecil-kecilan via internet. Hasilnyapun cukup memuaskan. "Ya awalnya memang hanya sekedar hobi saja, tapi lambat laun kini dapat dijadikan sebuah investasi juga," tuturnya sambil tersenyum.

la pun berkenan membagi tip dalam membeli mainan miniatur lewat online shop. Pertama, menurutnya, sebagai pembeli harus mengecek barang atau mainan yang ingin dibeli dengan seksama.Termasuk rincian teknisnya."Kedua periksa alamat dan nomor telephone penjual". Sehingga apabila ada komplain dapat segera ditangani dengan cepat,"tutupnya.

Sumber: Majalah Info Bogor

Monday, 17 February 2014

Cerita Tentang Mesin Ketik Naskah Proklamasi


Asal Mesin Tik untuk naskah proklamasi RI 17-8-1945
Proklamasi Kemerdekaan, momen paling bersejarah berdirinya bangsa Indonesia, ternyata pada pelaksanaannya BERHUTANG JASA KEPADA NAZI. Berawal pada malam 16 Agustus 1945, ketika Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo membuat DRAFT proklamasi di rumah Laksamana Maeda, Jl. Miyako-Doori, Jakarta.

Masalah tak terduga datang ketika menyadari Mesin Tik milik Maeda berhuruf KANJI. Ajudan Maeda, Satsuki Mishima saat itu juga (tengah malam) berangkat menggunakan Jeep ke kantor perwakilan KRIEGSMARINE (Angkatan Laut NAZI) di Jakarta, dan meminjam Mesin Tik yang akhirnya digunakan untuk mengetik NASKAH PROKLAMASI.

Replika dari Mesin Tik milik Kriegsmarine NAZI sekarang tersimpan di MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI (Museum of the Declaration of Independence), Jl. Imam Bonjol no.1, Jakarta, bersama dengan Kronologis sejarahnya.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Alamat: Jl. Imam Bonjol no.1, Jakarta

Sumber:
Facebook user
Online sources (unknown)

Monday, 13 May 2013

Ragam Baret TNI

Kali ini kita lihat ragam baret TNI. Bagi orang awam, baret TNI terlihat sama. Mungkin dari kita pernah melihat berbagai macam warna baret TNI, tetapi tidak tahu maknanya. Ternyata berbagai macam baret TNI itu ada kesatuannya.

Kita lihat gambarnya:

Macam Baret TNI
Berbagai warna menunjukkan tiap kesatuannya
Coba lihat baret-baret diatas, ada satu yang beda, dimana hayooo bedanya...?
Untuk jenis dan tugas, bisa browsing sendiri yah di wikipedia :)
Indonesia Elite Force
Kopassus, It's so deadly
Kostrad
New Camo
Infanteri
Raider
Armed
Zeni
Arhanud
Kavaleri
Polisi Militer
Penerbad
Perhubungan
Perbekalan dan Angkutan
Demikian macam baret yang merujuk pada kesatuan masing-masing di angkatan darat.
Kalau ada pertanyaan, googling aja ya :)
<meta property="fb:pages" content="235617909843821" />

Friday, 11 January 2013

Teknologi Dalam Dunia Militer

Jumpa lagi, 
Kali ini giliran teknologi dalam dunia kemiliteran yang menghiasi posting kita. 
Seperti kita ketahui, teknologi dalam peperangan "kudu" dan wajib dimiliki oleh suatu negara. Kenapa? sebab teknologi membuat sebuah kekuatan menjadi lebih maju beberapa langkah. Contoh? Singapura mengandalkan alat radar super canggih dan pesawat-pesawatnya untuk mengawasi sebagian besar wilayah udaranya. Jadi kalau ada pesawat TNI atau Indonesia yang lewat wilayah udaranya, tinggal diperingatkan :)

Contoh lain lagi, yang paling baru adalah Amerika Serikat sangat mengandalkan teknologi untuk memenangkan perang fisik di wilayah Timur Tengah seperti pada Perang Teluk I dan Perang Teluk II serta Perang di Afghanistan. Terlepas AS menang atau kalah secara agregrat, namun penggunaan teknologi sangat memegang peranan penting dalam melakukan serangan strategis baik fisik atau nonfisik. 


Pernah dengar pesawat nirawak atau PUNA AS seperti Reaper, Drone dan lain-lain? Jangan-jangan wilayah udara NKRI sudah pernah dimasukan pesawat nirawak atau bahkan F-117 tanpa diketahui radar TNI? wong di Papua dan wilayah Indonesia Timur saja, pesawat capung Australia bebas terbang, dengan terbang rendah, sudah dapat melewati satuan radar TNI, yang kebanyakan sudah berusia tua. 


Dalam perlengkapan personil, seorang tentara masa kini dibekali banyak peralatan mekanis dan otomatis, seperti radio control, radar, night goggles dan lain-lain. 

Jadi penting banget ya itu yang namanya teknologi untuk memenangkan strategi di tiga matra peperangan. 


Lebih baik sekarang kita lihat aksi-aksi yang melibatkan teknologi dan perlengkapan berteknologi tinggi yang digunakan baik dalam latihan atau peperangan sungguhan. Kebanyakan masih didominasi oleh teknologi AS. 


Seorang tentara AS mengawasi keamanan pasukan para dan tentara Afghan setelah terjadinya pertempuran di Provinsi Ghazni 2012
Perangkat perawatan pesawat menghilangkan es yang menempel pada pesawat C-17 Globemaster III. Suhu di pagi hari turun sampai 19 derajat Fahrenheit
Kapal Induk kelas Nimitz USS John C. Stennis (CVN 74) berlayar di Laut Arab pada saat matahari tenggelam
Seorang kru darat dari Skuadron Elektroni (VAQ) 132 memberi arahan pada pesawat tempur EA 18G Growler ketika baru mendarat pada penerbangan penuh salju di Fasilitas AU Misawa.
Pesawat tempur F-16 mendemonstrasikan 'Elephant Walk' ketika mendarat di jalur udara Pangkalan AU Kunsan Korsel Desember 2012. 

Heli Sea Hawk MH-60S terbang dengan kargo menuju USS Mobile Bay pada saat pengisian bahan bakar di laut.

Seorang tentara AS dari Resimen ke-158 mengagumi panorama Afghan dari pintu belakang heli CH-47D Chinook diikuti sebuah Chinook lagi di belakangnya. Heli terbang dari Kabul menuju Jalalabad. 
Sebuah MV-22 Osprey mendarat di kapal dok transport amfibi USS New York
Heli Super Stallion MH-53E dari Pasukan Bela Diri Maritim Jepang mendarat diatas dok kapal pendarat amfibi USS Tortuga dalam Latihan Tahunan 2011

Kendaraan serang amfibi memasuki pintu dek kapal pendarat amfibi USS Germantown

Teknologi memang memudahkan sekaligus merepotkan, apalagi kalo di Indonesia, lagi enak-enak ngetik eh, PLN mati,...

Monday, 23 July 2012

Boneyard, Kekuatan AU Ke-3 Terbesar di Dunia


Inilah tempat pesawat-pesawat tua yang akan dilupakan dengan wilayah seluas 2600 hektar di sebuah gurun di Amerika Serikat. Tetapi tidak semua mati sia-sia, beberapa diantaranya disimpan untuk dipreteli dan difungsikan kembali menggantikan suku cadang pesawat yang masih aktif. 
Disebut Boneyard, pesawat yang disimpan disana dihargai $ 35 trilyun. Tempat ini terletak di wilayah Davis-Monthan Airforce Base di Tucson Arizona. Sebuah pangkalan udara militer milik AS. 

Boneyard dilihat dari udara
Disini disimpan sekitar 4200 bangkai pesawat AU, AL dan AD Amerika Serikat. Wow terbayang banyaknya. 

Beberapa pesawat dengan tipe yang sama dikelompokkan di satu area. 
Identifikasi beberapa pesawat yang dikelompokkan dalam area yang sama
Pesawat yang masih bisa dipakai kembali dalam keadaan darurat mengambil porsi sekitar 20% saja. Sisanya sudah tidak terpakai (surga buat diloakin, kalau disini). 

Tujuan penggunaan kembali yang 20% itu adalah untuk menghemat biaya suku cadang. Sekitar $ 568 juta bisa dihemat dengan program daur ulang dari tempat ini.  


F-4 Phantom Fighter-Bomber


Pembom B-52 Stratofortress

Karena keunikannya, beberapa kali insan Holywood mengambil latar di tempat ini. Kalau kita lihat film Transformer, ada adegan yang mengambil setting di Boneyard. 
bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana pemandangan pangkalan udara kita dilihat dari udara, ada atau tidak sih tempat bangkai pesawat-pesawat TNI AU ditempatkan? Kalau ada, kasih tau TS ya di kolom komentar :)

Yuk lihat suasana di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dari atas : )


Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma

Bagaimana pendapat agan? masih sepi ya, terus pesawatnya kok numpuk-numpuk ya posisinya :). Sepertinya perlu ditambah ini pesawatnya, masa negara sebesar ini pesawat tempurnya masih jarang-jarang ya...

Salam dari saya

tukang mainan pesawat-pesawatan

Sumber:
www.dailymail.co.uk
Google Earth

Friday, 24 February 2012

Pesawat Mata-Mata Nirawak (UAV) Indonesia

Pesawat ringan dengan tanpa awak di Indonesia disebut PUNA (Pesawat Udara Nir Awak). Ini adalah kendaraan udara tanpa awak yang digunakan untuk keperluan pengintaian, pemetaan, pemantauan, pengawasan atau observasi dari udara. PUNA Indonesia telah disesuaikan kondisi geografi lndonesia yang demikian "berat". PUNA dimanfaatkan karena adanya kondisi tertentu yang bisa membahayakan keselamatan awak/pilot pesawat udara.  


PUNA Indonesia, juga tidak kalah dari yang dimiliki negara adidaya Amerika Serikat. Ia dilengkapi dengan sistem navigasi dan kendali terbang jarah jauh yang akurat, sistem komunikasi data-link yang mampu terus-menerus mengirimkan data status pesawat, target dan informasi penginderaan dengan format gambar digital secara real-time. Dengan bobot ringan, PUNA mudah bermanuver sehingga membuatnya praktis digunakan untuk berbagai tugas.
Adalah peneliti Indonesia dari BPPT yang merancang dan membangun pesawat nirawak ini seperti: Ir. Joko Purwono, M.Sc, Ir.Akhmad Rifai, M.Sc, Ir. Bambang Mulyadi, Ir. Djatmiko, Ir.Adrian Zulkifli, Ir.Karyawan, M.Eng, Dewi Habsari Budiarti, ST, Jemie Muliadi, ST, Dyah Jatiningrum, ST, dan Akhmad Farid Widodo, ST, M.TT.
Tujuan dari PUNA ini adalah : "Penggunaan 'mata' dan sistem penginderaan yang canggih dan komunikasi yang real-time memungkinkan kita untuk melihat apa yang dilihat dari PUNA tanpa harus berada di dalamnya.
Jika dibandingkan dengan UAV Amerika Serikat, PUNA Indonesia berbeda tujuannya. Amerika Serikat menggunakan UAV untuk keperluan mata-mata militer, inteljen dan membawa bom serta menyerang sasaran, sementara PUNA Indonesia digunakan untuk kepentingan pemetaan geografi, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan untuk mengumpulkan data intelijen. 
PUNA/UAV Indonesia:
UAV Gagak

Smart Eagle II

Wulung


Srinti


Wulung Sedang Beraksi
Pesawat nirawak semakin populer setelah Amerika Serikat selalu melibatkan penggunaannya dalam berbagai matra tempur berbagai medan di seluruh dunia terutama Timur Tengah. Seperti di Iran, dimana baru-baru ini UAV AS berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran. 
Tak hanya itu, di dunia film, beberapa kali UAV digunakan seperti pada film The Day the Earth Stood Still dan Skyline.
Penggunaan UAV dalam Skyline Movie
Sekian...
Mau bermain-main dengan mainan militer, silakan kunjungi:
Sumber: 
Foto dari berbagai sumber

Sunday, 15 January 2012

Hari Peristiwa Kapal Tujuh (Zeven Provincien)

Surabaya, 4 Februari 1933. Pelabuhan ini merupakan puncak dari sebuah unjuk rasa besar para pelaut Indonesia terhadap Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Melalui seorang marconis (petugas radio) berita itu disampaikan kepada semua pelaut yang bertugas di luar Surabaya. Telegram itu sampai juga di atas Kapal Perang De Zeven Provincien yang sedang melakukan patroli di sebelah barat Aceh.
Kapal Zeven Provincien 1933
Dari kamar marconis, telegram itu dibocorkan seorang kelasi Belanda Moud Boshart kepada para pelaut Indonesia. Peristiwa berdarah itu kemudian memengaruhi kebijakan politik Kerajaan Belanda terhadap jajahannya, Hindia Belanda, sedangkan Gubernur Hindia Belanda De Jonge ­mengeluarkan UU yang ­kemudian dikenal sebagai Hatzai Artikelen (yang ­kemudian dipakai juga oleh rezim Soeharto). Setelah 77 tahun berlalu, peringatan Pemberontakan Kapal Tujuh atau yang juga dikenal sebagai De Zeven Provincien Affair tidak pernah dilakukan secara resmi. Oleh karena itu, generasi sekarang sangat asing dengan peristiwa heroik itu, karena jenjang waktu yang sangat panjang dan tidak tertulis dalam sejarah Indonesia. Padahal, ketika Taman Makam Pahlawan Kalibata baru jadi dan masih kosong, Presiden Soekarno memerintahkan untuk mengisi TMP itu dengan kerangka para pejuang yang tewas dalam peristiwa itu, dipindahkan dari Pulau Kelor di Kepulauan Seribu.
Moud Boshart
Pemberontakan itu oleh pers Amerika dilukiskan sebagai pertama kali terjadi di dunia, di mana marinir (anggota Angkatan Laut) pribumi di sebuah kapal perang kolonial mengambil alih sebuah kapal perang. Kelasi-kelasi Indonesia yang berada dalam tubuh Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang selalu dipandang rendah, tiba-tiba memberontak. Dengan gagahnya, sebagaimana ditulis Moud Boshart, kelasi Belanda yang berpihak pada para pemberontak: tanpa mengikuti sekolah pelayaran, kelasi Martin Paradja meng­ambil alih pimpinan da­lam pelayaran membangkang, yaitu “Kembali ke Surabaya”. Paradja sebelumnya tidak pernah mengikuti sekolah pelayaran. Akan tetapi, lelaki yang lahir dalam deburan ombak Laut Sawu itu dengan percaya diri memimpin teman-temannya kembali ke Surabaya untuk mendukung gerakan mogok yang dilakukan para marinir di sana. Para kelasi Indonesia berhasil melumpuhkan para perwira Belanda mengambil alih kapal itu dari para opsir Belanda. Kelasi Paradja bertindak memegang komando, Ke­lasi kelas satu Kawilarang yang punya pengalaman di Eropa ber­fungsi sebagai navigator.
Ke­lasi Rumambi berada di bagian komunikasi telepon, Hendrik sebagai pengatur bahan bakar, dan Kopral Gosal yang meng­urusi bagian kesehatan. Moud Boshart dalam ma­jalah De Ulienspiegel edisi 3 Februari 1963, sebagaimana dikutip dalam Surat Pembaca nomor 3 Komisi Indonesia CPN: “Saya merasa jenuh, karena semalaman tidak bisa tidur. Keesokan harinya Ko­mandan dengan sia-sia mencoba berunding dan mengambil hati pelaut Indonesia yang kini menjadi majikan di kapal perang Belanda itu.” Solidaritas Pemberontakan Kapal Tujuh itu terjadi karena rasa nasionalisme yang mulai menjalar ke tubuh anggota marinir pribumi dalam korps Angkat­an Laut Kerajaan Belanda. Rasa penghinaan yang lama dirasakan karena adanya perbedaan perlakukan di antara para kelasi Belanda dan pribumi sangat mencolok.
Ratusan pelaut di Surabaya melakukan pemogokan tanggal 3 Februari 1933 untuk memprotes keputusan penurunan gaji pegawai pemerintah Hindia Belanda sebesar 17%, yang diumumkan pada tanggal 1 Januari 1933. Tanggal 5 Februari, awak pribumi di Kapal Zeven Provincien yang sedang melakukan pelayaran dinas dan patroli di wilayah barat Sumatera menyatakan solidaritas dengan gerakan rekan-rekan mereka di Surabaya. Ketika itu, suasana politik sedang menghangat. Di Eropa, Hitler bersiap mengambil alih pimpinan, dan gerakannya menakutkan tetangga-tetangganya, termasuk Belanda. Sementara itu, di Hindia Belanda sejak 1926 banyak terjadi pemberontakan hebat yang menentang kekuasaan pemerintahan Belanda. Ditangkapnya kembali Bung Karno yang sudah menjadi ikon pergerakan malah menambah berkobarnya semangat nasionalisme. Pemogokan marinir dimulai di Surabaya, dan para pelaut di Kapal Tujuh mengirimkan telegram mendukung: “lanjutkan aksimu”.
Buruh di Pangkalan AL Surabaya, Hindia Belanda
Suasana di kapal pun menjadi sangat panas. Para anggota marinir pribumi sudah bertekad akan berjuang sampai titik darah terakhir. Untuk menenangkan situasi para perwira Belanda malah membuat blunder. Mereka mengadakan pesta di kantin KNIL di Uleelheue, Aceh, dengan membuang duit sebesar 500 gulden, dan menyediakan nona-nona Belanda untuk berdansa dengan para pelaut pribumi. Tetapi pelaut Indonesia menolak hadir. Malam harinya, tiba-tiba seorang letnan yang berpesta di darat memerintahkan Boshart membawanya pulang ke kapal. Ternyata perwira jaga di kapal sudah tewas. M Sapiya dalam bukunya, Pemberontakan Kapal Tujuh, mengisahkan bahwa ia dibantai Martin Paradja di tangga kapal. Kapal sudah dikuasai marinir Indonesia yang bersenjata. Meriam sudah terisi, lampu sein dicopot. Martin Paradja dan Gosal memberi perintah. Raut wajah para marinir Indonesia yang bersenjata terlihat sangat keras, tulis Moud Boshart.
Seorang perwira, Baron De Vos van Steenwijk, yang semula masih mencoba menguasai ruang marconis, kemudian mundur dan meletakkan senjatanya. Awalnya, pemberontakan direncanakan pukul satu dini hari. Akan tetapi, siang hari tanggal 6 Februari 1933, Martin Paradja tertangkap basah ketika dia membongkar gudang amunisi. Ketika menghadap opsir Paradja ia hanya mengenakan jins pendek dan kaus belel. Opsir itu membentak marah. Paradja dianggap tidak sopan. Paradja malah membalas dengan mengeluarkan komando agar pemberontakan dimulai. Ini lebih awal dari rencana. Dalam pemberontakan itu semua marinir Indonesia sehati untuk melayarkan Kapal Tujuh kembali ke Surabaya. Kenyataan ini merupakan tamparan bagi rasa sombong orang Eropa yang menganggap bahwa orang Indonesia hanyalah pekerja rendahan yang bisa dibohongi.

Deputi Laksamana C. Baron de Vos van Steenwijk

Tanpa mengikuti sekolah pelayaran pun, ternyata kelasi Paradja mampu memimpin pelayaran kali ini. Hal ini sangat merendahkan para perwira Belanda. Keesokan harinya, opsir mencoba berunding untuk mengambil hati marinir Indonesia yang telah menjadi majikan di kapal perang Belanda. Upaya perundingan ditolak oleh para pemberontak. Gubernur General De Jonge di Batavia memutuskan mengirimkan pasukan dengan kapal perang Aldebaran. Martin Paradja membidikkan meriam kaliber 15 cm untuk mengancam Aldebaran. Pada hari kelima setelah melewati Selat Siberut, ada masuk telegram untuk mengikuti perintah di bawah pengawasan Kapal Penjelajah Java, tetapi Martin Paradja pemimpin Kapal Tujuh menolak mentah-mentah perintah ini dan membalas telegram: “Tetap berlayar ke Surabaya”.
Komandan Kapal Perang Java, Kapten van Dulm terus membuntuti Kapal Zeven Provincien. Ia juga memberi ultimatum agar pemberontak segera menyerah dan mengibarkan bendera putih. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak dipedulikan oleh para pemberontak. Akhirnya, van Dulm mengambil tindakan kekerasan untuk menghentikan pemberontakan tersebut. Menyerah Pada hari Jumat, 10 Februari 1933, tepat Jam 09.18 pagi, bom pertama dijatuhkan dari pesawat terbang militer Dornier, tepat di atas geladak Kapal Zeven Provincien, menewaskan 20 awak Indonesia dan tiga awak Belanda.
Pemimpin pemberontakan Martin Paradja termasuk yang tewas dalam pengeboman itu. Melihat banyak korban yang bergelimpangan, Kawilarang yang mengganti posisi Paradja sebagai pemimpin, akhirnya menyatakan menyerah dan meminta bantuan medis segera. Para pemberontak yang masih hidup dibawa dengan Kapal Java dan rekan-rekan pemberontak berkebangsaan Belanda dibawa dengan Kapal Orion menuju Pulau Onrust. Para awak Indonesia yang ditahan terdiri dari 100 orang yang tidak diborgol dan 50 orang yang diborgol. Sementara itu, awak Belanda terdiri dari 28 orang yang diborgol dan empat orang yang tidak diborgol dijebloskan ke penjara militer di Sukolilo, Madura, di mana sudah terdapat sekitar 400 marinir pemberontak di sana. Secara keseluruhan, para pemberontak dituntut 644 tahun oleh Mahkamah Militer.
Gubernur Jenderal De Jonge mendapat serangan atas terjadinya pemberontakan para pelaut Indonesia di atas Kapal Perang Zeven Provincien itu. Apalagi, ada beberapa pelaut orang Eropa yang membantu pelaut-pelat Indonesia itu, seperti Moud Boshart. Kaum nasionalis, seperti Soekarno, menjadi kambing hitam sebab-sebab terjadinya pemberontakan itu. Akibat berita itu mendapat tempat di halaman muka pers Amerika, beberapa media di Indonesia terkena getahnya. Harian Soeara Oemoem milik Dr Soetomo diberedel. Pemimpin redaksinya, Raden Tahir Tjindarboemi, ditahan, diadili, dan dipenjara. Raden Tahir Tjindarboemi, setelah lulus dari Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya, lebih memilih menjadi wartawan ketimbang menjadi dokter Belanda. Ketika kemerdekaan, para pelaut dilepas dari Penjara Sukolilo dan mendirikan Ikatan Bekas Marine, dan selalu memperingati gerakan mereka pada setiap tanggal 3 Februari dan menyanyikan lagu “Mars Sukolilo”. Andre Therik, seorang pelaku mengatakan: “Penurunan gaji hanya momentum bagi meletusnya pemberontakan itu.

Awak Pemberontak Zeven Provincien Digiring ke Pengadilan, 1933. Banyak Pelaut Belanda seperti Boshart yang Bersimpati dengan Orang Indonesia.


Seni Litograf: "Three days from the life of Maud Boshart, sailor on the Zeven ProvinciĆ«n bombed" Colijn 1933; Signed and numbered: 47/60 Robbert de Bakker 1976

Size: 50 x 65 cm Condition: vintage itemnumber: art101
Para pelaut Indonesia yang sudah bermimpi akan kemerdekaan Indonesia yang mendorong kami memberontak.” Walau pemberontakan hanya berlangsung seminggu, tetapi dampaknya sangatlah besar. Implikasinya di dalam negeri, kebanggaan nasional makin menjalar. Organisasi pergerakan yang tersebar menyatu dalam Parindra (Partai Indonesia Raya) pimpinan dokter Soetomo, mendapat tekanan dan diberedel. Selain beberapa media diberedel, tokoh-tokoh politik seperti Hatta dan Sjahrir dibuang ke Boven Digul, menyusul Soekarno dibuang ke Ende. Pengawasan terhadap gerakan politik diperketat. Di luar negeri, Belanda sangat merasa malu, apalagi Jerman dan Jepang dapat mengukur kelemahan Angkatan Laut Kerajaan Belanda, karena peristiwa itu terjadi di ambang Perang Dunia II. Media Jepang bahkan mengutip ucapan Kawilarang setelah dijatuhi hukuman 17 tahun: “Dihukum mati pun saya merasa bangga, karena bagaimanapun saya pernah memimpin De Zeven Provincien, kapal perang kebanggaan Kerajaan Belanda.” 

Kapal Perang Zeven Provincien Kini

Kapal AL Kerajaan Belanda De Zeven Provincien HNMLS Tromp (F-803) melintasi Kapal Induk AS USS Harry S Truman (CVN-75) di Lautan Atlantik - 19 September 2009 (USN)

Sumber: - Sinar Harapan
Untuk Memperingati Hari Peristiwa Kapal Tujuh TNI AL, maka situs www.mainanmiliter.com memberikan diskon spesial untuk semua produk-produk kapal lautnya dengan DISKON sebesar Rp. 15.000 untuk produknya, silakan hubungi 0856 787 3158. 



Republic F-105D Thunderchief Military Jet