Republic F-105D Thunderchief Military Jet -->

Mainan Militer

Mainan Militer

Sunday, 15 January 2012

Hari Peristiwa Kapal Tujuh (Zeven Provincien)

Surabaya, 4 Februari 1933. Pelabuhan ini merupakan puncak dari sebuah unjuk rasa besar para pelaut Indonesia terhadap Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Melalui seorang marconis (petugas radio) berita itu disampaikan kepada semua pelaut yang bertugas di luar Surabaya. Telegram itu sampai juga di atas Kapal Perang De Zeven Provincien yang sedang melakukan patroli di sebelah barat Aceh.
Kapal Zeven Provincien 1933
Dari kamar marconis, telegram itu dibocorkan seorang kelasi Belanda Moud Boshart kepada para pelaut Indonesia. Peristiwa berdarah itu kemudian memengaruhi kebijakan politik Kerajaan Belanda terhadap jajahannya, Hindia Belanda, sedangkan Gubernur Hindia Belanda De Jonge ­mengeluarkan UU yang ­kemudian dikenal sebagai Hatzai Artikelen (yang ­kemudian dipakai juga oleh rezim Soeharto). Setelah 77 tahun berlalu, peringatan Pemberontakan Kapal Tujuh atau yang juga dikenal sebagai De Zeven Provincien Affair tidak pernah dilakukan secara resmi. Oleh karena itu, generasi sekarang sangat asing dengan peristiwa heroik itu, karena jenjang waktu yang sangat panjang dan tidak tertulis dalam sejarah Indonesia. Padahal, ketika Taman Makam Pahlawan Kalibata baru jadi dan masih kosong, Presiden Soekarno memerintahkan untuk mengisi TMP itu dengan kerangka para pejuang yang tewas dalam peristiwa itu, dipindahkan dari Pulau Kelor di Kepulauan Seribu.
Moud Boshart
Pemberontakan itu oleh pers Amerika dilukiskan sebagai pertama kali terjadi di dunia, di mana marinir (anggota Angkatan Laut) pribumi di sebuah kapal perang kolonial mengambil alih sebuah kapal perang. Kelasi-kelasi Indonesia yang berada dalam tubuh Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang selalu dipandang rendah, tiba-tiba memberontak. Dengan gagahnya, sebagaimana ditulis Moud Boshart, kelasi Belanda yang berpihak pada para pemberontak: tanpa mengikuti sekolah pelayaran, kelasi Martin Paradja meng­ambil alih pimpinan da­lam pelayaran membangkang, yaitu “Kembali ke Surabaya”. Paradja sebelumnya tidak pernah mengikuti sekolah pelayaran. Akan tetapi, lelaki yang lahir dalam deburan ombak Laut Sawu itu dengan percaya diri memimpin teman-temannya kembali ke Surabaya untuk mendukung gerakan mogok yang dilakukan para marinir di sana. Para kelasi Indonesia berhasil melumpuhkan para perwira Belanda mengambil alih kapal itu dari para opsir Belanda. Kelasi Paradja bertindak memegang komando, Ke­lasi kelas satu Kawilarang yang punya pengalaman di Eropa ber­fungsi sebagai navigator.
Ke­lasi Rumambi berada di bagian komunikasi telepon, Hendrik sebagai pengatur bahan bakar, dan Kopral Gosal yang meng­urusi bagian kesehatan. Moud Boshart dalam ma­jalah De Ulienspiegel edisi 3 Februari 1963, sebagaimana dikutip dalam Surat Pembaca nomor 3 Komisi Indonesia CPN: “Saya merasa jenuh, karena semalaman tidak bisa tidur. Keesokan harinya Ko­mandan dengan sia-sia mencoba berunding dan mengambil hati pelaut Indonesia yang kini menjadi majikan di kapal perang Belanda itu.” Solidaritas Pemberontakan Kapal Tujuh itu terjadi karena rasa nasionalisme yang mulai menjalar ke tubuh anggota marinir pribumi dalam korps Angkat­an Laut Kerajaan Belanda. Rasa penghinaan yang lama dirasakan karena adanya perbedaan perlakukan di antara para kelasi Belanda dan pribumi sangat mencolok.
Ratusan pelaut di Surabaya melakukan pemogokan tanggal 3 Februari 1933 untuk memprotes keputusan penurunan gaji pegawai pemerintah Hindia Belanda sebesar 17%, yang diumumkan pada tanggal 1 Januari 1933. Tanggal 5 Februari, awak pribumi di Kapal Zeven Provincien yang sedang melakukan pelayaran dinas dan patroli di wilayah barat Sumatera menyatakan solidaritas dengan gerakan rekan-rekan mereka di Surabaya. Ketika itu, suasana politik sedang menghangat. Di Eropa, Hitler bersiap mengambil alih pimpinan, dan gerakannya menakutkan tetangga-tetangganya, termasuk Belanda. Sementara itu, di Hindia Belanda sejak 1926 banyak terjadi pemberontakan hebat yang menentang kekuasaan pemerintahan Belanda. Ditangkapnya kembali Bung Karno yang sudah menjadi ikon pergerakan malah menambah berkobarnya semangat nasionalisme. Pemogokan marinir dimulai di Surabaya, dan para pelaut di Kapal Tujuh mengirimkan telegram mendukung: “lanjutkan aksimu”.
Buruh di Pangkalan AL Surabaya, Hindia Belanda
Suasana di kapal pun menjadi sangat panas. Para anggota marinir pribumi sudah bertekad akan berjuang sampai titik darah terakhir. Untuk menenangkan situasi para perwira Belanda malah membuat blunder. Mereka mengadakan pesta di kantin KNIL di Uleelheue, Aceh, dengan membuang duit sebesar 500 gulden, dan menyediakan nona-nona Belanda untuk berdansa dengan para pelaut pribumi. Tetapi pelaut Indonesia menolak hadir. Malam harinya, tiba-tiba seorang letnan yang berpesta di darat memerintahkan Boshart membawanya pulang ke kapal. Ternyata perwira jaga di kapal sudah tewas. M Sapiya dalam bukunya, Pemberontakan Kapal Tujuh, mengisahkan bahwa ia dibantai Martin Paradja di tangga kapal. Kapal sudah dikuasai marinir Indonesia yang bersenjata. Meriam sudah terisi, lampu sein dicopot. Martin Paradja dan Gosal memberi perintah. Raut wajah para marinir Indonesia yang bersenjata terlihat sangat keras, tulis Moud Boshart.
Seorang perwira, Baron De Vos van Steenwijk, yang semula masih mencoba menguasai ruang marconis, kemudian mundur dan meletakkan senjatanya. Awalnya, pemberontakan direncanakan pukul satu dini hari. Akan tetapi, siang hari tanggal 6 Februari 1933, Martin Paradja tertangkap basah ketika dia membongkar gudang amunisi. Ketika menghadap opsir Paradja ia hanya mengenakan jins pendek dan kaus belel. Opsir itu membentak marah. Paradja dianggap tidak sopan. Paradja malah membalas dengan mengeluarkan komando agar pemberontakan dimulai. Ini lebih awal dari rencana. Dalam pemberontakan itu semua marinir Indonesia sehati untuk melayarkan Kapal Tujuh kembali ke Surabaya. Kenyataan ini merupakan tamparan bagi rasa sombong orang Eropa yang menganggap bahwa orang Indonesia hanyalah pekerja rendahan yang bisa dibohongi.

Deputi Laksamana C. Baron de Vos van Steenwijk

Tanpa mengikuti sekolah pelayaran pun, ternyata kelasi Paradja mampu memimpin pelayaran kali ini. Hal ini sangat merendahkan para perwira Belanda. Keesokan harinya, opsir mencoba berunding untuk mengambil hati marinir Indonesia yang telah menjadi majikan di kapal perang Belanda. Upaya perundingan ditolak oleh para pemberontak. Gubernur General De Jonge di Batavia memutuskan mengirimkan pasukan dengan kapal perang Aldebaran. Martin Paradja membidikkan meriam kaliber 15 cm untuk mengancam Aldebaran. Pada hari kelima setelah melewati Selat Siberut, ada masuk telegram untuk mengikuti perintah di bawah pengawasan Kapal Penjelajah Java, tetapi Martin Paradja pemimpin Kapal Tujuh menolak mentah-mentah perintah ini dan membalas telegram: “Tetap berlayar ke Surabaya”.
Komandan Kapal Perang Java, Kapten van Dulm terus membuntuti Kapal Zeven Provincien. Ia juga memberi ultimatum agar pemberontak segera menyerah dan mengibarkan bendera putih. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak dipedulikan oleh para pemberontak. Akhirnya, van Dulm mengambil tindakan kekerasan untuk menghentikan pemberontakan tersebut. Menyerah Pada hari Jumat, 10 Februari 1933, tepat Jam 09.18 pagi, bom pertama dijatuhkan dari pesawat terbang militer Dornier, tepat di atas geladak Kapal Zeven Provincien, menewaskan 20 awak Indonesia dan tiga awak Belanda.
Pemimpin pemberontakan Martin Paradja termasuk yang tewas dalam pengeboman itu. Melihat banyak korban yang bergelimpangan, Kawilarang yang mengganti posisi Paradja sebagai pemimpin, akhirnya menyatakan menyerah dan meminta bantuan medis segera. Para pemberontak yang masih hidup dibawa dengan Kapal Java dan rekan-rekan pemberontak berkebangsaan Belanda dibawa dengan Kapal Orion menuju Pulau Onrust. Para awak Indonesia yang ditahan terdiri dari 100 orang yang tidak diborgol dan 50 orang yang diborgol. Sementara itu, awak Belanda terdiri dari 28 orang yang diborgol dan empat orang yang tidak diborgol dijebloskan ke penjara militer di Sukolilo, Madura, di mana sudah terdapat sekitar 400 marinir pemberontak di sana. Secara keseluruhan, para pemberontak dituntut 644 tahun oleh Mahkamah Militer.
Gubernur Jenderal De Jonge mendapat serangan atas terjadinya pemberontakan para pelaut Indonesia di atas Kapal Perang Zeven Provincien itu. Apalagi, ada beberapa pelaut orang Eropa yang membantu pelaut-pelat Indonesia itu, seperti Moud Boshart. Kaum nasionalis, seperti Soekarno, menjadi kambing hitam sebab-sebab terjadinya pemberontakan itu. Akibat berita itu mendapat tempat di halaman muka pers Amerika, beberapa media di Indonesia terkena getahnya. Harian Soeara Oemoem milik Dr Soetomo diberedel. Pemimpin redaksinya, Raden Tahir Tjindarboemi, ditahan, diadili, dan dipenjara. Raden Tahir Tjindarboemi, setelah lulus dari Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya, lebih memilih menjadi wartawan ketimbang menjadi dokter Belanda. Ketika kemerdekaan, para pelaut dilepas dari Penjara Sukolilo dan mendirikan Ikatan Bekas Marine, dan selalu memperingati gerakan mereka pada setiap tanggal 3 Februari dan menyanyikan lagu “Mars Sukolilo”. Andre Therik, seorang pelaku mengatakan: “Penurunan gaji hanya momentum bagi meletusnya pemberontakan itu.

Awak Pemberontak Zeven Provincien Digiring ke Pengadilan, 1933. Banyak Pelaut Belanda seperti Boshart yang Bersimpati dengan Orang Indonesia.


Seni Litograf: "Three days from the life of Maud Boshart, sailor on the Zeven ProvinciĆ«n bombed" Colijn 1933; Signed and numbered: 47/60 Robbert de Bakker 1976

Size: 50 x 65 cm Condition: vintage itemnumber: art101
Para pelaut Indonesia yang sudah bermimpi akan kemerdekaan Indonesia yang mendorong kami memberontak.” Walau pemberontakan hanya berlangsung seminggu, tetapi dampaknya sangatlah besar. Implikasinya di dalam negeri, kebanggaan nasional makin menjalar. Organisasi pergerakan yang tersebar menyatu dalam Parindra (Partai Indonesia Raya) pimpinan dokter Soetomo, mendapat tekanan dan diberedel. Selain beberapa media diberedel, tokoh-tokoh politik seperti Hatta dan Sjahrir dibuang ke Boven Digul, menyusul Soekarno dibuang ke Ende. Pengawasan terhadap gerakan politik diperketat. Di luar negeri, Belanda sangat merasa malu, apalagi Jerman dan Jepang dapat mengukur kelemahan Angkatan Laut Kerajaan Belanda, karena peristiwa itu terjadi di ambang Perang Dunia II. Media Jepang bahkan mengutip ucapan Kawilarang setelah dijatuhi hukuman 17 tahun: “Dihukum mati pun saya merasa bangga, karena bagaimanapun saya pernah memimpin De Zeven Provincien, kapal perang kebanggaan Kerajaan Belanda.” 

Kapal Perang Zeven Provincien Kini

Kapal AL Kerajaan Belanda De Zeven Provincien HNMLS Tromp (F-803) melintasi Kapal Induk AS USS Harry S Truman (CVN-75) di Lautan Atlantik - 19 September 2009 (USN)

Sumber: - Sinar Harapan
Untuk Memperingati Hari Peristiwa Kapal Tujuh TNI AL, maka situs www.mainanmiliter.com memberikan diskon spesial untuk semua produk-produk kapal lautnya dengan DISKON sebesar Rp. 15.000 untuk produknya, silakan hubungi 0856 787 3158. 



Saturday, 7 January 2012

Badut India vs Badut Pakistan, Wagah Border

Perbatasan Wagah atau dikenal sebagai Wagha Border sering disebut sebagai "tembok Berlin-nya Asia". Tapal batas ini adalah perlintasan antar negara India - Pakistan dimana setiap petang diadakan upacara penurunan bendera yang telah menjadi tradisi sejak 1959. Pada saat itu diadakan parade oleh Border Security Force (BSF) (penjaga perbatasan India) dan pasukan Ranger Pakistan. Parade yang mereka lakukan tergolong agresif dan bahkan sangat tidak ramah pada orang asing. Pasukan kedua negara memamerkan seragam mereka dengan sorban warna-warni. Apa yang terjadi di perbatasan Wagah ini menjadi cerminan atau barometer hubungan India-Pakistan selama bertahun-tahun. 


Wagah Border, Perbatasan India-Pakistan


Pasukan Perbatasan India, nampak seperti badut
 VS
Pakistan Ranger
Upacara unik dan lebay ini dimulai dengan parade tentara kedua negara dan berakhir dengan penurunan bendera secara bersamaan dan terkoordinasi. Ketika matahari terbenam, gerbang dibuka dan bendera diturunkan. Bendera dilipat dan upacara diakhiri dengan jabat tangan pasukan kedua negara. Upacara ini telah menjadi tontonan bagi banyak wisatawan lokal India-Pakistan dan turis internasional. 
Yuuk kita lihat aksi mereka...
BSF India, Siaap

Pakistan Ranger, gak mau kalah


Provokasi 
Wheey


Muka Rahwana
Lebih lebay lagi...





Penurunan bendera...



Jabat tangan...

Penontonnya banyak...


Lihat yang gerak-gerak gaaan...


Tapi sekarang upacara ini, kabarnya sudah dihentikan sejak tahun 2010 lalu,...tapi cek dulu ya di google, siapa tahu bisa kesana ngeliat yang langka kaya ginian.

Gitu dulu gan, ada topik baru ane sambung lagi pekan depan...dan jangan lupa...

Main-main dulu kesini gan

CEO

Wednesday, 28 December 2011

Kisah Anoa 6x6 TNI



Anoa 6x6 TNI

Anoa merupakan kendaraan tempur pengangkut personel serba guna (Armored Personnel Carrier/APC) 6x6. Kendaraan lapis baja itu memiliki sistem penggerak roda simetris yang dirancang khusus untuk TNI AD, khususnya kavaleri.

Kendaraan tempur ini lahir akibat embargo alat utama sistem senjata (alutsista) TNI oleh Amerika Serikat. Bukannya Indonesia melemah, malahan memompa Indonesia mampu memproduksi alutsista untuk kebutuhannya sendiri. Adalah PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial, yang membuktikan bahwa Indonesia bisa mandiri dalam pembuatan alutsistanya. Sebagai pabrik senjata satu-satunya di Asia Tenggara, PT Pindad memiliki sejumlah produk unggulan, diantaranya Panser Anoa 6x6.

Panser Anoa ini mampu mengangkut 10 personel dengan tiga kru, satu komandan, dan satu "gunner" yang berada di atap. Panser itu juga dilengkapi dengan "mounting" senjata cal. 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat. Anoa menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini. Mesin dan transmisi menggunakan produk Renault dari Prancis. Panser Anoa berkekuatan 320 tenaga kuda dengan mesin 7.000 cc.

Interior Anoa
Asal-usul  Anoa sendiri ternyata diambil dari hewan Anoa yang hidup di Pulau Sulawesi. Dilihat dari bodi-nya memang ada kemiripan antara hewan Anoa, dan kendaraan panser ini. Perbandingannya bisa dilihat disini.

Mirip aslinya gan atau agan sendiri yang mirip?
Klonengan yang mantap, matanya mirip gan
Sejak 2003, panser Indonesia ini sudah digunakan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Panser itu mampu melaju hingga 90 kilometer per jam. Anoa ternyata tercepat di kelasnya. Hanya butuh delapan detik bagi Anoa untuk berakselerasi dari nol hingga 60 kilometer per jam. Bobot 12 ton tidak menghambat Anoa bergerak lincah di segala medan.

Panser Anoa untuk kepentingan misi PBB di Lebanon
Anoa mampu melompati parit selebar 1 meter,  menggarap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat dan melintasi aneka rintangan. Suspensinya juga terbilang empuk jenis independent modular dan torsion bar. Selain itu, sistem navigasi generasi terbaru ditambah alat komunikasi anti-jamming melengkapi interior panser ini. Anoa berbelok dengan menggerakkan sepasang roda depan dan sepasang roda tengah. Walau dengan ban terkoyak peluru sekalipun, Anoa masih bisa bergerak sejauh 80 kilometer (Gak usah pake lembat, lem ban motor dan mobil otomatis tambal sendiri, seharga 50 ribuan:)), dan gak perlu susah-susah cari tukang tambal ban.
Anoa melahap tanjakan curam
Ban Anoa terkoyak peluru? tak usah pakai Lembat
Panser Anoa menggunakan baja khusus setebal 10 milimeter, kebal dari sebagian besar peluru. Tak hanya itu, Anoa kedap air sehingga mampu menyeberangi sungai. Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Granade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.

Menurut catatan beberapa negara telah memesan panser ini seperti Malaysia, Timor Leste, Nepal, dan Afrika Selatan. sejauh ini, Kerajaan Oman telah memesan sebanyak 200 unit sehingga menjadikannya negara terbanyak pemesan panser Indonesia. Nepal memesan 30 unit. Sementara Chili dan Portugal masih dalam tahap negosiasi pemesanan.

Kalau pemasarannya mantap, banyak yang beli
Dengan kehadiran Anoa, PT Pindad telah mengukuhkan bahwa Indonesia sebagai penghasil panser terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Adapted from Metrotvnews.com

Belum selesai gan, masih ada miniatur yang bisa agan koleksi disini:

Miniatur Anoa layak dikoleksi
Klik link untuk info lebih lanjut:

Miniatur Anoa Harga Terjangkau

Sampai jumpa di artikel selanjutnya :D



Saturday, 17 December 2011

Jatuhnya Pesawat XB-70 Valkyrie


Valkyrie XB-70 Lepas Landas
Pesawat XB 70 Valkyrie adalah salah satu produk USAF sebagai pesawat pengebom nuklir strategis. Pesawat unik ini dirancang oleh North American Aviation pada akhir tahun 1950-an. Valkyrie mampu terbang dengan kecepatan Mach 3+ pada ketinggian 21,000 meter, sehingga dapat menghindari pesawat pencegat (interseptor), salah satu cara menghindari pertahanan anti pengebom pada masa itu. 
Dalam Formasi Uji Terbang 
Walau akhirnya proyek B-70 ini dibatalkan, tetapi sempat menghasilkan dua pesawat prototipe jenis XB-70A dan digunakan sebagai uji terbang supersonik dari tahun 1964 sampai 1969.
Pada tanggal 8 Juni 1966, setelah berpartisipasi dalam pengambilan gambar/foto "General Electric", sejumlah pesawat yang menggunakan mesin GE kebetulan sedang mengambil gambar, dan tiba-tiba sebuah pesawat F-104 meluncur mengenai bagian atas salah satu pesawat Valkyrie, pilot Starfighter tewas sementara pesawat Valkyrie terpelintir. Pilotnya selamat sementara kopilot tewas. 
Tabrakan di udara

Setelah tabrakan terpelintir

Api menjilat pesawat

Terpelintir

Akhir dari riwayat salah satu pesawat Valkyrie
Video urutan kejadian
Salah satu pesawat yang masih tersisa dipensiunkan dan dipamerkan di Museum AU AS, Ohio tahun 1969. Sampai sekarang kita masih bisa melihatnya. 
Beristirahat dengan tenang di museum bersama sahabat
Sementara itu, Uni Soviet yang kegerahan dengan proyek B-70 AS ini segera membangun MiG-25 untuk menghadapi ancaman tersebut, walau akhirnya AS sendiri menghentikan program tersebut. 
Jawaban Uni Soviet untuk B-70 Amerika Serikat
Itulah akhir dari riwayat XB-70 Valkyrie yang dijuluki Sky Giant (Raksasa Langit), hidupnya singkat tapi sanggup memberi kontribusi untuk penelitian aerodinamis AU AS. 
Model replika dari pesawat fenomenal itu bisa kita lihat disini: 
Replika XB-70 Valkyrie
Informasi lebih jauh tentang model replika pesawat XB-70 Valkyrie bisa didapati disini: 
Terimakasih, sampai jumpa pekan depan dengan cerita militer lainnya. 
See you...

Saturday, 10 December 2011

Duel F-16 Indonesia vs F/A 18 Hornet US Navy Bawean 2003

Adakah Anda pernah mendengar insiden Bawean?
Insiden Bawean merupakan duel udara pesawat tempur F-16 TNI-AU versus pesawat tempur F/A 18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang menerobos masuk wilayah Indonesia di atas kepulauan Bawean. Ini adalah insiden faktual.


2 buah F-16 sedang take-off untuk melakukan intersepsi
Tanggal 3 Juli 2003, kawasan udara di atas Pulau Bawean sontak memanas ketika lima pesawat asing yang kemudian diketahui sebagai pesawat F/A 18 Hornet terdeteksi radar TNIAU. Dari pantauan radar kelima Hornet terbang cukup lama, lebih dari satu jam dengan manuver sedang latihan tempur. Untuk sementara Kosek II Hanudnas (Komando Sektor II Pertahanan Udara Nasional) dan Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional) belum melakukan tindakan identifikasi dengan cara mengirimkan pesawat tempur karena kelima Hornet kemudian menghilang dari layar radar.


Pesawat-pesawat F/A 18 Hornet US Navy di Bawean
Sekitar dua jam kemudian, Radar Kosek II kembali menangkap manuver Hornet. Karena itu panglima Konanudnas menurunkan perintah untuk segera melakukan identifikasi. Apalagi manuver sejumlah Hornet itu sudah mengganggu penerbangan komersial yang akan menuju ke Surabaya dan Bali serta sama sekali tak ada komunikasi dengan ATC terdekat.


Dua pesawat tempur buru sergap F-16 TNI-AU yang masing-masing diawaki Kapten Pnb. Ian Fuadi/Kapten Fajar Adrianto dan Kapten Pnb. Tony Heryanto/Kapten Pnb. Satro Utomo segera disiapkan. Misi kedua F-16 itu sangat jelas yaitu melakukan identifikasi visual dan sebisa mungkin menghindari konfrontasi mengingat keselamatan penerbang merupakan yang utama. Selain itu, para penerbang diminta agar tidak mengunci (lock on) sasaran dengan radar atau rudal sehingga misi identifikasi tidak dianggap mengancam. Namun demikian, untuk menghadapi hal yang terduga kedua F-16 masing-masing dua rudal AIM-9 P4 dan 450 butir amunisi kanon kaliber 20 mm.


Menjelang petang, Falcon Flight F-16 melesat ke udara dan tak lama kemudian kehadiran mereka langsung disambut dua pesawat Hornet. Radar Falcon Flight segera menangkap kehadiran dua Hornet yang terbang cepat dalam posisi siap tempur. Perang radar atau jamming antara kedua pihak pun berlangsung seru. Yang lebih menegangkan pada saat yang sama, F-16 yang berada pada posisi pertama telah dikunci, lock on oleh radar dan rudal Hornet. F-16 kedua yang terbang dalam posisi supporting Fighter juga dikejar oleh Hornet lainnya. Namun posisi F-16 kedua lebih menguntungkan. Jika memang harus terjadi dog fight ia bisa melancarkan bantuan.

Untuk menghindari sergapan rudal lawan seandainya memang benar-benar diluncurkan, F-16 pertama lalu melakukan manuver menghindar, yakni hard break berbelok tajam hampir 90 derajat ke arah kanan dan kiri serta melakukan gerakan zig-zag. Manuver tempur itu dilakukan secara bergantian baik oleh F-16 maupun Hornet yang terus ketat menempel. Melihat keadaan yang semakin memanas, F-16 kedua lalu mengambil inisiatif menggoyang sayap (rocking wing) sebagai tanda bahwa kedua pesawat F-16 TNI-AU tidak mempunyai maksud mengancam.



Sekitar satu menit kemudian, kedua F-16 berhasil berkomunikasi dengan kedua Hornet yang mencegat mereka. Dari komunikasi singkat itu akhirnya diketahui bahwa mereka mengklaim sedang terbang di wilayah perairan internasional. "We are F-18 Hornets from US Navy Fleet, our position on International Water, stay away from our warship". F-16 pertama lalu menjelaskan bahwa mereka sedang melaksanakan patroli dan bertugas mengidentifikasi visual serta memberi tahu bahwa posisi F-18 berada di wilayah Indonesia. Mereka juga diminta mengontak ke ATC setempat, karena ATC terdekat Bali Control belum mengetahui status mereka.

Usai kontak Hornet AS itu terbang menjauh sedang kedua F-16 TNI-AU return to base, kembali ke pangkalannya Lanud Iswahjudi Madiun. Selain berhasil bertemu dengan Hornet, kedua F-16 TNI-AU juga melihat sebuah kapal perang Frigat yang sedang berlayar ke arah timur. Setelah kedua F-16 mendarat selamat di pangkalan TNI-AU menerima laporan dari MCC Rai (ATC Bali) bahwa fligh Hornet merupakan bagian dari armada US Navy. Namun yang paling penting dan merupakan tolak ukur suksesnya tugas F-16, Hornet AL AS itu baru saja mengontak MCC RAI dan melaporkan kegiatannya.



Keesokan harinya TNI-AU terus mengadakan pemantauan terhadap konvoi armada laut AS itu dengan mengirimkan pesawat intai B737.


B 737 TNI AU bersiap mengintai USS Carl Vinson 
Hasil pengintaian dan pemotretan menunjukkan bahwa armada laut AS yang terdiri dari kapal induk USS Carl Vinson, dua frigat dan satu destroyer sedang berlayar diantara Pulau Madura dan Kangean menuju Selat Lombok. Selama operasi pengintaian itu pesawat surveillance B737 terus dibanyangi dua F/A 18 Hornet AL AS. Bahan-bahan yang didapat dari misi itu kemudian dipakai oleh pemerintah untuk melancarkan "keberatan" secara diplomatik terhadap pemerintah AS.

Kapal Induk USS Carl Vinson di sekitar Bawean
Sumber: http://www.bawean.net

Untuk mengenang kehebatan pilot-pilot TNI AU dalam keberaniannya mengintersepsi raksasa militer, ada baiknya kita melihat miniatur F-16, atau bahkan mengoleksinya,...


Replika F-16
Get the toy here,...coba link ini untuk produk rakitan:

Jual Pesawat Rakitan F-16

Sampai jumpa pada kisah heroik lainnya :)

Friday, 2 December 2011

Kecelakaan Mobil Polisi Italia

Foto-foto ini asli. Sejak tahun 2003, Lamborghini menyumbangkan sejumlah mobil super produksinya untuk digunakan oleh Polisi Italia. Pada tahun 2009, salah satu mobil polisi Lamborghini mengalami kecelakaan, lihat kejadiannya disini...


Awalnya, mobil patroli baru bagi polisi Italia, sesuatu yang mereka butuhkan untuk mengejar para pengebut gila...








Mobil 'WOW"...tapi sayang mereka tidak menemukan pengendara yang baik untuk mengemudikan mobil mahal dan kinclong ini,...







Tunggu, ....sebelum sempat melihat yang benerannya, dan sebelum membeli yang asli,...lihat dulu miniaturnya disini,...




Lanjut gan disini:
Miniatur Mobil Polisi Italia
.....



Republic F-105D Thunderchief Military Jet